Selasa, 26 April 2011

Hidung Mbeler...

Waktunya sakit ya sakit. Tugasnya orang sakit ya sabar dan ikhtiar cari obat. Urusan hasil dan kesembuhan Urusan Gusti Alloh. Yang pengting ikhtiar sebisa mungkin, nyari obat secocok mungkin. Setelah ikhtiar selanjutnya ya tawakkal 'ala Alloh... Semoga Diberi Kesembuhan.

Hidung mbeler...,minum obat sambil makan diwarung, diledekin ama yang jaga warung. "kayak kakek aja minumnya puyer bintang tuju" (sori sebut merek, bukan untuk iklan). Wong sama - sama manusia, minum obat yang sama ya gak ada masalah to. Gak ada yang aneh. Emang herus jadi kakek dulu buat minum puyer...:D

Yang penting usaha... usaha dulu, ikhtiar...Bismillahirrohmaanirrohiimm... "Tombo Teko Loro Mingat!!!"

Senin, 18 April 2011

Hunting Bulan Pagi Ini

Habis subuh, seperti kemarin, bulan sangat menarik di ufuk barat. Bulan atau benda langit apapun akan semakin menarik dan menakjubkan jika dipandang dalam waktu lama dan diselingi dengan perenungan.

Dengan bentuk yang hampir bulat penuh, sangat menggoda untuk difoto. Seperti kemarin juga, pagi tadi dengan semangat membawa kamera untuk memotret bulan. Walaupun sendirian malem-malem, klo udah semangat, biasanya gak takut apa-apa kecuali obsesi untuk mendapatkan foto itu. Tapi klo udah pernah mengambil obyek yang sama dari tempat yang sama biasanya males, walaupun kondisi langitnya cerah, kecuali dengan alasan tertentu.

kembali lagi, tadi pagi karena tampaknya cuaca lebih cerah dan bulan akan tenggelam ketika kondisi latar depan terang karena matahari udah mulai terbit, akhirnya dibela-belain motret lagi. Dengan semangat membawa kamera plus tripod ke lokasi yang arah pandang baratnya luas sampai ke horizon. Beberapa jepretan, batrei udah gak kuat. akhirnya lari cepet-cepet ke ruang ukur buat ambil charger. Jam sudah menununjukkan sktr jam 5 pagi, akhirnya karena sudah dipastiin akan cukup untuk menambah daya dikit ke batrei dan bulan masih punya cukup waktu bergerak ke bawah sebelum tenggelam, dices dulu lah batrei ini.

Habis di ces langsung bergegas ke bukit di belakang bosscha untuk mencari arah pandang barat yang luas sampai ufuk. sampai disana ternyata proses matahari terbit juga menarik untuk diabadikan. akhirnya motret sunrise dulu, trus moto moonset, abis itu ganti lagi sunrise, moonset lagi. dst.

sempet pula dapet foto pesawat yang kelihatan kecil di atas dengan bekas jet yang membentuk seperti asap lurus dibelakangnya dengan latar belakang langit yang cerah. wuiihhh.... bagus sekali. Subhanalloh.... cuaca sangat cerah sekali. Pemandangan  seindah ini tadi pasti tidak akan saya nikmati kalau tadi saya tidur. selain itu juga tidak akan saya nikmati kalau saya tidak memperhatikan itu. Bahkan nikmat itu bisa tidak terasa karna kita sudah terbiasa mendapat nikmat itu sehingga tidak sadar kalau itu adalah nikmat yang sangat patut untuk disyukuri...

hasil fotonya insyaalloh nanti ditambahkan, klo ingat dan gak males. sebenarnya nulis di blog ini juga males tapi karena saya ingin agar suatu saat nanti ketika baca lagi ingat tentang apa yang sedang saya lakukan waktu itu, apa yang sedang saya pikirkan waktu itu, dan bagaimana kondisinya waktu itu, akhirnya saya tulis juga dengan tidak memperhatikan huruf kecil besar pada awal kalimat, karena malas...:).  hasil foto juga bisa menambah keksayaan momori yang tercatat.

Minggu, 17 April 2011

Antariksa Sebagai Pilihan

Dulu waktu sma saya bingung dalam memilih jurusan. Pada waktu kelas tiga MI (madrasah ibtidaiyah, setara SD) saya bercita-cita jadi insinyur. Kemudian kelas 6 berubah pingin jadi apa ya, lupa. trus sempat pula ingin jadi pilot. Bahkan saat TK atau belum sekolah, saya sangat terobsesi dengan genset yang dipakai hajatan tetangga. Tiap ada hajatan, saya selalu asyik melihat roda diesel yang berputar.

Ketika MTs, saya melihat kalau fisika itu menarik. matematika kayaknya asyik walaupun nilainya gak asyik. Kimia baru dipelajari saat SMA dan saya gak mudeng, walaupun secara umum menarik. habis MTs biasanya ke MAN, tapi saya mangkir jadinya ke SMA. di SMA kelas 1 saya udah mikir2 jurusan. saya pengen ke jurusan elektro. Trus pernah berubah kayaknya. baru pas detik-detik terakhir pemilihan jurusan saat SPMB, saya menemukan jurusan astronomi di buku latihan SPMB. Waktu SMA juga sering termenung sendiri di loteng kos kosan sambil lihat langit yang ditaburi bintang (waktu SMA saya sudah kos).

astronomi tampaknya unik nih. gak umum dan aneh. karna mungkin saya aneh dan selalu ingin berbeda dengan yang lain, jadinya saya milih astronomi. ternyata di astronomi, walaupun sudah berada pada kumpulan orang-orang aneh (unik), saya masih ingin menjadi yang paling unik dengan memilih topik radio astronomi yang masih jarang diambil orang.

Jadi ketika memilih astronomi, waktu itu saya belum memiliki pengetahuan yang luas tentang astro, ntar mau ngapain, kerja dimana dsb. Namun sekarang saya terfikir, mungkin inilah jalan yang ditunjukkan Allah Ta'ala kepada saya. disini saya bisa merasakan bahwa astronomi merangkum hampir semua (klo g bs dikatakan semua) ilmu pengetahuan yang ada. Fisika, kimia, matematika, biologi dll yang dulu saya anggap menarik semua sampai saya bingung mau milih apa. Teknik Fisika juga sempat menjadi kandidat jurusan yang ingin saya masuki.

Di jurusan antariksa ini, semua ilmu-ilmu tadi bisa diaplikasikan semua di sini. bahkan hoby ngobrak-ngabrik alat  serta solder menyolder yang saya lakukan sejak MI bisa tersalurkan disini (yang akhirnya jadi topik tugas akhir saya yaitu mengembangkan teleskop radio di bosscha). Bicara teleskop radio jadi ingat saat MTs waktu itu saya culik alat dapur yang dipakai untuk mentiriskan sesuatu yang digoreng (bahasa indonesianya apa ya, klo bahasa jawanya serok) untuk dijadikan antena radio. Krna gak punya teorinya jadi ya antena ini kayak gak fungsi :p. Akhirnya "serok" itu kembali lagi ke dapur setelah menghuni gudang alat-alat saya dibawah dipan selama beberapa waktu.

Jika dipikir-pikir, tempat saya sekarang ini  mungkin adalah tempat yang bisa menghimpun semua impian saya sejak kecil. Disini saya bisa banyak berkarya. Kalau waktu kecil saya memiliki beberapa impian, sekarangpun ada beberapa impian atau ambisi yang ingin saya wujudkan dalam jangka panjang.
  1. Ingin membuat interferometri teleskop radio yang professional hingga bisa dipakai untuk imaging.
  2. Ingin membuat antena dalam teleskop radio di poin satu bisa dimanfaatkan dalam berbagai hal (tidak hanya astronomi)
  3. membuat radar astronomy yang bisa digunakan untuk early warning buat obyek yang mungkin bisa dianggap berbahaya yang melintas Indonesia.
  4. menjadikan alat diatas menjadi alat yang bermanfaat untuk Indonesia baik langsung maupun tidak langsung. 
Saya sadar bahwa obsesi diatas tidak akan tercapai selain kerja keras dan doa. Doa disini termasuk doa agar apa yang dilakukan di dunia ini Diridhai Allah Ta'ala. Gak ada gunanya saya kerja keras klo gak Diridhai Allah Ta'ala.Yang bisa dan harus saya katakan adalah Alhamdulillah Syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan jalan hingga kondisi saya sekarang. Allah Ta'ala Maha Tahu akan kondisi terbaik bagi hamba-Nya.

Jumat, 18 Maret 2011

so, this is what we call supermoon...

Foto Bulan menggunakan kamera yang sama dan panjang fokus yang sama (300 mm). Waktunya berbeda dan ketinggian bulan juga berbeda. Sebelah kiri kira-kira ketinggiannya 60 derajat dan kanan kira-kira 30 derajat. Fase bulannya juga sedikit berbeda. Memang tidak terlalu valid untuk sebuah perbandingan ukuran, tapi cukup memberikan gambaran kalau perbedaannya tidak terlalu besar. Penjelasan tentang supermoon bisa dilihat di http://langitselatan.com/2011/03/18/menanti-indahnya-supermoon/



Jumat, 25 Februari 2011

Pasang Kabel Transmisi


Hasi kamis, 24 Februari 2011, sesuai dengan rencana telah dilakukan setup kabel transmisi untuk interferometer JOVE. dari rabu siang udah standby di bosscha, siap - siap sama bikin rencana kerjaan. dari kosan udah disiapin denah jalur transmisinya sama denah jalur interferometernya. denah aku tinggal di bengkel  biar buat arsip.

pagi - pagi langsung standby di radio, para teknisi datang, langsung kerja. denah sudah dikasih dari kemarin dengan harapan sudah terbayang semua tentang apa yang mau dikerjakan. box control dibongkar lagi sama pak agus subang, kabel AJ-1 diambil, dibentangkan sepanjang jalan, buat patokan, kabel baru dibentangkan, diukur ulang, tiap 20 m ditandai dengan format J[nomer kabel] 0-[meter ke-], misal J1 0-20 (artinya antena jove 1 meter dari 0 sampai ke-20).

setelah ditandai, kabel dipotong, J1 dimasukkan kembali dan langsung ditimbun, mulai dari ruang radio sampai antena. permanenisasi ini dilakukan setelah beberapa kali dilakukan uji coba pengamatan interferometer. penanaman dilakukan lebih banyak orang, termasuk dari kebun turun tangan. agak sore, pas masang disekitar kombiner, gerimis datang. kerjaan tetap dilakukan, beberapa saat reda. selesai, dilanjut setup disekitar ruang radio, pipa kurang, jadi sementara di dekat radio tidak pakai paralon. J2 juga belum dipasang. total panjang terukur masing-masing coax transmission line yaitu 110,18 meter atau 9 lambda di 20,1 MHz untuk belden RG-6/u yang digunakan.


Atur penataan di ruang radio, coba testing, sinyal bisa diterima dengan baik. tetapi saya merasa masih ada yang tidak beres di software interferometer. dari sinyal yang masuk, sudah dipastikan tidak ada masalah dari sistem luar. mungkin ada yang perlu diatur lagi dari sisi software. untuk sementara yang dicurigai adalah dari sisi software dan sedikit tentang receiver. i think, no problem with transmission line. quote menarik " hey..if i don't, who?" terima kasih pak taufiq, pak agus setiawan, pak agus subang, pak iwa, pak suhana, aji, orang-orang kebun, dan semua yang terlibat langsung maupun tidak langsung.

Selasa, 15 Februari 2011

Flare Besar 15 Feb 2011

FIRST X-FLARE OF THE NEW SOLAR CYCLE: Sunspot 1158 has unleashed the strongest solar flare in more than four years. The eruption, which peaked at 0156 UT on Feb. 15th, registered X2 on the Richter scale of solar flares. NASA's Solar Dynamics Observatory recorded an intense flash of extreme ultraviolet radiation, circled below:
X-flares are the strongest type of solar flare, and this is the first such eruption of new Solar Cycle 24. In addition to flashing Earth with UV radiation, the explosion also hurled a coronal mass ejection (CME) in our direction. The expanding cloud may be seen in this movie from NASA's STEREO-B spacecraft. Geomagnetic storms are possible when the CME arrives 36 to 48 hours hence. Stay tuned for updates.(spaceweather.com)

Berikut hasil pengamatan radio dengan menggunakan Teleskop Radio JOVE, Observatorium Bosscha - ITB
Chart Pengamatan Radio JOVE 20,1 MHz 15 Februari 2011 jam 11:35:08 - 11:37:08 WIB
Pada sekitar  04:36 UT atau jam 11:36 WIB tercatat ada semburan yang sangat besar.
Perhatikan perbandingannya dengan level normal sebelum dan sesudahnya. Peningkatannya sekitar 7 kali lipat
Kondisi langit berawan rata dan cukup tebal saat pengamatan. Garis merah vertikal adalah interferensi lokal.

Selain data diatas, sempat pula direkam suara dari semburan radio ini. Hasil ini merupakan milestone atau tonggak sejarah yang besar dalam pengembangan teleskop Radio JOVE di Observatorium Bosscha. Dengan hasil ini, saya yakin Observatorium Bosscha bisa terlibat aktif di radio (frekuensi rendah) untuk "menyambut" siklus aktifitas matahari ke-24 dengan puncak aktifitas matahari sekitar 2012-2014 dalam bentuk solar patrol.

Ada beberapa keberuntungan di balik data diatas:
  1. Flare muncul saat matahari masuk dalam range deteksi antena (beam).
  2. Kejadian muncul saat pengamat konsentrasi pada chart pengamatan.
  3. Kejadian muncul saat audio speaker sedang aktif..
  4. Kejadian muncul saat software audio sedang aktif merekam.
  5. Kejadian muncul beberapa saat dilakukan kalibrasi instrument.
Sebagai catatan, ini merupakan pengamatan dan kalibrasi pertama sejak Sound Card yang bertugas sebagai Analog-to-Digital Converter (ADC) diganti dengan yang baru karena rusak.

Hasil Dari X-Ray Satelit GOES

Senin, 31 Januari 2011

Belajar dari Pengangkut Batu Belerang

meliat acara TVone
ada orang yang bekerja
mengangkut batu belerang di kawah ijen
banyuwangi

batu itu harus diangkat di pundak
berjalan jauh
melewai jalan-jalan pegunungan
yang naik turun
dengan beban seberat 80 kg di pundak
dihargai 600 rupiah per kg

Ya Alloh...
Pundaknya sampe luka-luka begitu
jadi ingat hadits nabi yang isinya kira2
orang yang bekerja untuk menafkahi
anak dan istrinya lillahitaala
maka dicatat seperti amalan
orang yang berjihad atau berjuang di jalan Alloh.

bahkan ada anak muda yang berusia 18 tahun
sudah harus bekerja seperti itu
saya lebih bangga pada mereka
daripada anak2 muda yang suka
trek-trekan, kongkow2 yang gak jelas

sebagai orang yang memiliki
rizki yang cukup
sudah seharusnya kita lebih banyak bersyukur
dan bekerja lebih keras lagi
tidak bermalas-malasan.
Semoga kita bisa melaksanakan
amanah waktu, tenaga, pikiran,
dan rizki yang tidak selalu berbentuk harta ini
dengan baik.aamiin

Rabu, 10 November 2010

Superheterodyn Radio Receiver

Sinyal yang masuk dari antena ke receiver tidak langsung diolah tetapi dicampur dulu dengan sinyal dari Local Oscillator (heterodyning) . Sinyal campuran berupa Intermediate Frequency yang diolah selanjutnya.

Minggu, 07 November 2010

Testing Interferometer

Testing 12 Jam pengamatan
Hari kemarin, 06 November 2010 merupakan hari dimana didapatkan first light Interferometer radio. Setelah bingung beberapa saat, akhirnya diputusin untuk testing interferometer aja langsung. Gak usah di attenuate dulu LO-nya, karena pada testing osc dan LO-Injection kemarin udah didapat keluaran audio yang sama dari dua receiver dan rasanya gak akan rusak jika langusng menginjeksi LO dari receiver 1 langsung ke mixer di receiver 2. Karena pada dasarnya LO dan Mixer di masing masing receiver juga langsung di injeksi begitu saja. Nanti kalau ada masalah baru dipikirkan lagi.

jam 23.15-04:56
Gambar diatas adalah hasil pengamatan selama 12 jam pengamatan. Sebenarnya maunya lebih karena waktu jam ke-12 kemarin itu jam 11 malam dan udah diniatin nginep. Tapi tiba-tiba sinyal malah drop dua-duanya dan hasil korelasi juga drop. Coba mencari penyebabnya sampai restart komputer segala, dan nyoba ganti input di microphon. Karena sinyal berubah drastis dan keburu panik duluan akhirnya milih di microphone. Karena di microphone sinyal kembali naik. Habis itu agak tenang sedikit dan ditinggal tidur. Pas bangun sekitar jam 3 pagi, coba dilihat malah gak karuan hasilnya (maksudnya tidak sesuai yang diharapkan). Sampai sekarang masih misteri...

Soundcard Oszilloscop
Pagi-pagi coba mengerjakan yang lain. teringat tentang Soundcard Oscilloscope yang dibicarakan di fringes akhirnya nyari-nyari yang gratisan dapet. Langsung dicoba buat lihat sinyal dari masing2 receiver didapat perbedaan phase 180 derajat. coba dilihat di pola x-y Lissajous memang terlihat perbedaan phase 180 derajat. Setelah dihitung berdasarkan persamaan kalibrasi, didapat bahwa diperlukan kabel adjusment 6,1XX m. Langusng teringat kabel feedline AJ-TB2 memiliki panjang segitu juga. artinya panjang kabel kurang setengah lambda. Pada awalnya mengira ini penyebab perbedaan Phase ini. Tapi setelah coba test tanpa antenna, sinyal masih tidak bergeming dengan pendiriannya berfase 180 derajat. Kecurigaan langsung mengarah ke receiver dan lebih tepatnya LO-Injection. Apa ini penyebabnya? misteri... Akan kucoba kau lain waktu. Tapi kau adalah perhatian pertamaku nanti.

Tadinya gak mau nginep, tapi setelah malem agak gerimis dan kabel udah terlanjur terpasang, males buat nggulung lagi ditambah baca notes FB seseorang sukarelawan Merapi dari link temen akhirnya diputusin nginep aja. Notesnya itu menceritakan kondisi yang memprihatinkan di pengungsian. Yang di pengungsian aja semangat walaupun dengan keterbatasan, disini yang lebih mendingan masak gak semangat.

Minggu,07 Nov 2010
Ruang Kontrol Teleskop Radio

Sabtu, 06 November 2010

Interferometry

Astronom radio telah belajar bagaimana mengatasi keterbatasan resolusi pada teleskop radio dengan interferometry, yaitu menggunakan dua teleskop untuk mengamati obyek yang sama dalam waktu yang sama pula. Beam dari dua teleskop membentuk fringe pattern di langit, yaitu pola gelap terang akibat interferensi. Akibat rotasi bumi, pola ini akan menyapu area langit. Jika suatu obyek langit memancarkan gelombang radio dan tersapu oleh pola ini, maka dari dua teleskop tersebut akan didapat pola sinyal yang naik turun terhadap waktu pengamatan ketika sinyal dari masing-masing teleskop di tambahkan (atau dikalikan).

Bentuk sinyal interferensi yang diterima oleh dua teleskop yang melakukan pengamatan secara simultan. (a) Constructive Interference, obyek pemancar berada tepat diatas dua teleskop sehingga sinyal akan ditangkap secara bersamaan. (b) Destructive Interference, sinyal datang agak kesamping dari titik tegak lurus baseline sehingga sinyal tidak datang secara bersamaan dengan jarak delay setengah lambda. (c) Constructive Interference  akan kembali terjadi jika jarak delay sebesar kelipatan lambdanya. Sumber: Bradt, Astronomy Method.
Masing - masing teleskop dengan jarak baseline (jarak dan orientasi antar teleskop) dapat dinyatakan sebagai titik plot pada suatu bidang 2-D (Fourier Plane) yang biasa dinyatakan dalam x-y. Sinyal yang diterima masing-masing titik dinyatakan sebagai visibility function,V(b),  yang menjadi salah satu komponen dalam ruang fourier sebagai distribusi kecerlangan langit.

Dengan memanfaatkan rotasi bumi, masing - masing titik akan bergeser dalam bidang fourier dan mengisi daerah -daerah kosong dalam bidang fourier tersebut.  Dari transformasi fourier dari fungsi visibilitas diatas didapat nilai pendekatan dari kecerlangan langit. Teknik ini disebut Apperture Synthesis.

Sumber: Bradt, Astronomy Method