Tampilkan postingan dengan label Manusia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manusia. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 April 2012

Passion

Passion...
Energi apa yang membuat von braun begitu getol dengan roket?...passion
Energi apa yang membuat sergei koreolev menempatkan satelit pertama?...passion
Energi apa yang membuat orang rela bekerja keras dengan atau tanpa imbalan?...passion
dan
Energi apa yang menggerakkan saya bolak-balik jkt-bdg?...ya...passion

passion adalah energi dari dalam diri kita dimana kita sangat bersemangat mengerjakan suatu aktifitas tertentu. kita merasa kuat dan berenergi ketika mengerjakannya. dan seperti quto yang diambil dari sini , bahwa passion terletak pada aktivitasnya, bukan profesinya dan kita gak akan dapat passion tanpa "bergerak" untuk berkarya.

beruntunglah orang yang sudah menemukan passion-nya... dengan bekerja yang diikuti passion, tentu akan membuat hidup lebih bermakna.

lalu, apa passion saya?
sepertinya passion saya (setidaknya yang saya rasakan sekarang ini) adalah segala aktivitas yang berkaitan dengan sistem, otomatisasi, dan kontrol.

sepertinya semua berbau engineering? kenapa bisa masuk astronomy yang berupa sains?
ya, tampaknya memang seperti itu.... tapi jangan salah, di dalam astronomy itu banyak sekali sistem. sistem tata surya, sistem satelit, sistem galaksi, dan sistem paling menakjubkan adalah sistem alam semesta, ini yang dulu ketika spmb membuat saya excited. otomatisasi dan kontrol masuk dalam instrumentasi astronomi, dimana saya tugas akhir tentang teleskop radio yang masuk dalam kategori instrumentasi. Tanpa masuk di astronomi, mungkin saya tidak bisa seperti sekarang, yaitu suatu kondisi yang sangat saya syukuri.

sistem, otomatisasi, dan kontrol yang menyatu dengan asri-nya alam adalah hal yang paling menarik. bisa mengontrol server sambil melihat hijaunya alam sekitar, membuat sistem dan mengimplementasikannya, melihat dan memantau sistem yang sedang bekerja...it's wonderful...

Dan, momen refleksi yang paling istimewa adalah ketika berada di perjalanan antara Bandung - Jakarta. disitu pikiran bisa berkelana kemana-mana. Memproyeksikan kegiatan yang telah dilalui, sekarang dan yang akan datang. ibarat instrument, moment ini adalah suatu kalibrasi bagi saya. saat dimana kita bisa menyesuaikan arah dan mengoreksi haluan...

Senin, 31 Januari 2011

Belajar dari Pengangkut Batu Belerang

meliat acara TVone
ada orang yang bekerja
mengangkut batu belerang di kawah ijen
banyuwangi

batu itu harus diangkat di pundak
berjalan jauh
melewai jalan-jalan pegunungan
yang naik turun
dengan beban seberat 80 kg di pundak
dihargai 600 rupiah per kg

Ya Alloh...
Pundaknya sampe luka-luka begitu
jadi ingat hadits nabi yang isinya kira2
orang yang bekerja untuk menafkahi
anak dan istrinya lillahitaala
maka dicatat seperti amalan
orang yang berjihad atau berjuang di jalan Alloh.

bahkan ada anak muda yang berusia 18 tahun
sudah harus bekerja seperti itu
saya lebih bangga pada mereka
daripada anak2 muda yang suka
trek-trekan, kongkow2 yang gak jelas

sebagai orang yang memiliki
rizki yang cukup
sudah seharusnya kita lebih banyak bersyukur
dan bekerja lebih keras lagi
tidak bermalas-malasan.
Semoga kita bisa melaksanakan
amanah waktu, tenaga, pikiran,
dan rizki yang tidak selalu berbentuk harta ini
dengan baik.aamiin

Kamis, 08 Juli 2010

Mampir sejenak di Dunia

Salah satu pengajian yang paling aku sukai adalah pengajian dari KH. Zainuddin MZ. Beliau menyampaikan materi dengan gaya yang lugas, tegas, jelas dan mudah dicerna. Beliau juga sering menyisipkan humor-humor segar sehingga pengajian menjadi tidak kaku, namun materi tetap tersampaikan. Contoh - contoh yang beliau ambil juga sangat relevan dengan kehidupan sehari - hari. Hmmm... pokoknya kocak deh, membuat diri ini juga bisa menjadi "ooo ya ya benar"

Salah satu bagian yang beliau sampaikan tadi adalah tentang singkatnya hidup manusia di dunia. Beliau mengambil sebuah perumpamaan bahwa hidup manusia di dunia ini ibarat orang yang sedang dalam perjalanan jauh naik perahu misalnya, menyeberangi lautan yang luas dan singgah di sebuah pulau kecil, misalnya kita sebut pulau itu pulau "namex". Pulau namex ini memiliki segala keindahan yang sangat memukau, pemandangan yang bagus, pepohonan yang rimbun, "perhiasan - perhiasan" yang menyilaukan, yang barangkali belum pernah ditemui sebelumnya oleh manusia.

Ketika perahu merapat di bibir pulau, nahkoda mewanti - wanti atau memberikan pengumuman penting kepada para penumpang. "Perhatian para penumpang semuanya, sekarang kita akan istirahat sejenak disini. Istirahat kita tidak lama, setiap saat kita bisa berangkat lagi, tergantung kondisi cuaca. Setelah ini kita akan melanjutkan perjalanan yang sangat jauh, jadi silahkan pada turun semua ke pulau dan ambillah perbekalan yang banyak untuk perjalanan nanti. tapi ingat...!!!..." nahkoda melanjutkan dengan menyampaikan hal - hal yang tidak boleh dilakukan di pulau karena bisa membahayakan diri sendiri dan mengganggu pengambilan bekal untuk perjalanan.

Kemudian para penumpang pada turun semua. Mereka pada menyebar ke seluruh penjuru pulau. Ada penumpang yang mengingat baik - baik pesan nahkoda sehingga dia sangat berhati - hati ketika berada di pulau. Dia mengambil yang boleh diambil dan meninggalkan yang dilarang. Tetapi ada juga penumpang yang lupa dengan pesan nahkoda. Dia berlaku semaunya sendiri, terpesona oleh keindahan pulau dan isinya sehingga lalai. Bahkan lupa kalau dia masih harus melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan akhir yang sudah ditetapkan.

"Teeeetttt....!!!" , bunyi kapal menandakan penumpang harus segera naik dan melanjutkan perjalanan. Bagi penumpang yang berhati - hati "lan waspodo" sangat beruntung dan merasa siap untuk melanjutkan perjalanan, karena yang dia perlukan sudah di genggaman semua. Sedangkan para penumpang yang lalai, mereka terkejut dan baru sadar kalau harus melanjutkan perjalanan sehingga sebagian mereka ada yang cuma membawa sedikit bekal, ada yang tidak membawa sama sekali, bahkan ada yang sampai membawa berang - barang yang membahayakan. Karna perjalanan selanjutnya cukup jauh dan melewati rintangan yang tidak mudah, para penumpang yang lalai ketika diberi kesempatan di pulau, menjadi penumpang yang paling sengsara di perjalanan. Sedangkan para penumpang yang beruntung mereka bisa dengan mudah melewati perjalanan selanjutnya karena mereka telah membawa bekal yang dipesan oleh Sang Nahkoda.

Ilustrasi dan perumpamaan diatas tidak perlu dibikin repot dengan dicari hubungannya satu-satu dengan kehidupan manusia nyata di dunia. Kalimatnya juga tidak persis sama, tapi  intinya hidup didunia ini sangat singkat dan kita bisa setiap saat dipanggil untuk melanjutkan ke jenjang kehidupan selanjutnya, yaitu alam kubur. Jadi selama di dunia ini mudah - mudahan kita semua termasuk golongan dari orang - orang yang berhati - hati serta "eling lan waspodo" alias selalu ingat dan waspada sehingga menjadi orang - orang yang beruntung di kemudian hari.

19.31 2 Juni 2010
 control room
bosscha radio telescope