Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 April 2010

Buat Apa Belajar?

Bayi butuh waktu bertahun-tahun untuk mempelajari sesuatu yang ada di sekitarnya. Dalam hal ini tentu saja tidak hanya tahu tapi juga mengerti dan memahami. Bagi kita yang sudah tahu, kita bisa melihat bahwa bayi sangat lemah di berbagai hal.

Sama halnya dengan orang yang berusaha mempelajari dan memahami alam semesta ini. Dibanding dengan segala hal yang terjadi di alam semesta ini, manusia sangat lemah. bahkan untuk memahami gerak benda-benda langit yang tampak terlihat di langit malam, butuh waktu sampai ratusan tahun.

BUmi yang berbentuk bulat, bintang, matahari, bumi yang bergerak mengelilingi matahari, dll. semua itu tidak dipahami dalam waktu sekejap. Butuh waktu yang mungkin bisa melibatkan hingga multi generasi. Artinya ratusan tahun setelah kita menginggal baru bisa dipahami. dan semakin kita pahami, semakin tahu bahwa semakin banyak yang tidak kita ketahui.

Ada hal hal yang mungkin tidak kita temui di muka bumi ini di Luar angkasa sana. Tentu keadaannya juga sangat ekstrim dan aneh. Mungkin ada sedikit kesulitan dalam memahaminya karena memang kita belum pernah menemuinya di bumi. Membayangkanpun juga sangat susah (salah satu bukti juga bahwa manusia kecil). Kadang juga terpaksa harus melibatkan perhitungan yang penuh dengan simbol-simbol seperti tulisan bangsa antah berantah. Itu adalah salah satu cara untuk memahami alam semesta. Semakin orang mengerti suatu hal, semakin tahu bahwa ada hal lain yang tidak diketahuinya.

Lalu untuk apa orang mempelajarinya? bukankah orang juga hidup cukup dibumi. ya benar, pertanyaan bagus.

Pada tahap awal kehidupan di muka bumi ini, kita juga bisa hidup sampai tua dengan cukup mengetahui tata cara bercocok tanam. Jika semua orang hanya belajar tata cara bercocok tanam, mungkin tidak akan ada komputer di dunia ini. atau semua orang belajar elektronika, mungkin akan menghasilkan instrumen yang tidak ada gunanya dan untuk makan orang saling kanibal satu sama lain. Semua hal yang ada di muka bumi ini berawal dari rasa ingin tahu para nenek moyang kita, rasa ingin tahu Newton saat melihat apel jatuh, atau rasa ingin tahu Farraday terhadap perilaku medan magnet dan listrik, atau rasa ingin tahu pythagoras terhadap ruang dan jarak. Hasil yang ditemukan dari rasa ingin tahu para nenek moyang kita ini mungkin efeknya tidak akan langsung terasa besok. tapi mungkin bulanan, tahunan, atau ratusan tahun yang akan datang. ketika Pythagoras menemukan hukumnya, mungkin orang - orang pada saat itu juga akan bertanya "untuk apa kau mempelajari itu?, lebih baik bercocok tanam untuk makan besok atau bulan depan". Pertanyaan yang senada dengan pertanyaan diatas.

-Ya penemuan mereka kan memang penemuan - penemuan yang berguna.
>ya, itu karna kita merasakannya sekarang. lalu apakah orang-orang pada zaman itu juga merasakan hal yang sama dengan yang kita rasakan?. belum tentu.
-lalu apakah penemuan yang berkaitan dengan langit ini juga berguna.
>tentu saja, coba lihat tayangan langsung dari belahan dunia yang berjarak antar benua. salah satunya adalah karena hasil rasa ingin tahu nenek moyang kita terhadap gerak benda langit, sehingga kita pada zaman ini bisa memanfaatkannya untuk meletakkan satelit.
-lalu bagaimana dengan benda - benda langit yang jauh bahkan dibayangkanpun susah, apakah ada gunanya juga
>ya, setidaknya ada dua keuntungan.(yang penulis ketahui)
1. kita tahu atau ilmu pengetahuan kita bertambah
2. kita semakin tahu ilmu yang dipakai untuk mempelajari itu.

Guru kami (Pak Radiman) pernah Berkata di kelas yang intinya kira2 " Coba seandainya kita berada di zaman mesir kuno dimana saat itu masyarakat hanya mengenal segala sesuatu yang ada di sekitarnya saja dan masalah pemujaan sedang berkumpul di tanah lapang sedang memuja tiba - tiba lewat pesawat ulang alik diatas mereka, kira kira reaksi pertama apa yang muncul pada masyarakat itu". ya benar" KeTaKuTan.!!!" bahkan mungkin saja akan ada persembahan salah satu dari mereka sebagai tumbal agar pesawat ulang alik ini tidak mengganggu ketentraman mereka. Padahal bagi sebagian orang pada zaman sekarang ini melihat berita pesawat ulang alik adalah hal biasa, tapi berbeda dengan orang yang berbeda zaman dengan pengetahuan berbeda juga. Itulah salah satu pentingnya ilmu pengetahuan.

Jadi intinya tidak semua orang di dunia harus sama - sama mempelajari satu hal tertentu saja. kalau semua belajar tentang bintang semua lalu darimana kita dapat makanan lebih2 yang bergizi, lalu darimana juga kita tahu kalau makanan ini bergizi, bahkan kata "bergizi"pun kita tidak tahu. Jika tidak ada satu orangpun didunia ini yang mempelajari peristiwa luar angkasa, mungkin ceritanya akan sama dengan cerita diatas. Ya yang penting kita tahu dan memahami peran yang kita mainkan...

-hahaha... ngomong op to le le. ngalor ngidul gak jelas...wis mangan turu wae nek kene karo mbahe.
>hehehe, ngapunten mbah, saya... hanya menuliskan sesuatu yang ada di pikiran. daripada disimpen jadi jerawat.

Kamis, 19 November 2009

Antara Sistem Sensor - Radio - CMB

Barusan kuliah Sistem Sensor, membahas gelombang micro, ini menarik karna berkaitan dengan Radio dan berkaitan dengan teleskop radio. sebelum mengendap dan lupa, makanya segera dituliskan disini.

Ternyata gelombang radio berbeda dengan gelombang micro ( yah, semua orang juga udah pada tau) maklum mas masih belajar :). Ya walaupun sama-sama dalam range gelombang radio tapi sifat dan karakteristiknya berbeda, jadi cara memperlakukannyapun juga berbeda. Gelombang radio bisa ditangkap dengan antena yang berupa konduktor. Gelombang radio bisa masuk ke dalam konduktor. Nah, untuk gelombang micro yang tentu saja frekuensinya lebih tinggi dari pada gelombang radio biasa dan untuk frekuensi yang lebih tinggi lagi, ternyata tidak bisa masuk ke dalam konduktor. Hanya di pinggirnya saja. Lalu pak... bagaimana cara menangkap gelombang micro pak? kalau cuma di permukaan dan tidak mau masuk ke konduktor (teringat kuliah kosmologi tentang Cosmic Microwave Background. di dalam perkuliahan selalu dibahas bahwa ini adalah bekas Big Bang. dan sudah terframe di dalam pikiran bahwa ini adalah gelombang radio dan ditangkap dengan teleskop radio) pakai dioda .... (dan penjelasan seterusnya yang belum mengerti. bagaimana caranya? ini yang perlu dicari lebih lanjut).

untuk mengalirkannyapun tidak menggunakan konduktor (masuk saja tidak bisa, apalagi dialirkan). Nah, untuk mengalirkannya menggunakan semacam waveguide. ( ooo ya ya ya...)

waktu jalan kaki setelah kuliah sambil mikir2 dan teringat... oooo iya ya, pantesan antena yang dipake Robert Wilson dan Arno Penziaz(penemu CMB) bentuknya seperti corong logam seperti TOA (nama merek pengeras suara yang digeneralisir menjadi istilah pengeras suara) tapi bentuknya kotak besar dan terlihat terbuat dari lempengan logam. Kemungkinan ini yang mereka gunakan sebagai waveguide gelombang Micro dari CMB sebelum diterima di detektor. Padahal dulu dalam hati sempat memandang sebelah mata antena mereka, antenanya bentuknya aneh..., ternyata begitu fungsinya. maaf Om...:). Tapi sekarang saya mengapresiasi pada bentuk antena mereka.^-^. Maklum Orang gak ngerti... (gak ngerti sombong lagi, nghina kerjaan orang :D)


Pantesan juga antena radio JOVE bentuknya cuma kawat dipole yang dibentang. Karena yang ditangkap juga gelombang radio frekuensi rendah. Dan tentu saja gelombang radionya bisa masuk kedalam konduktor.

Selama ini tanya tentang perbedaan bentuk antena kesana kemari tidak menemukan jawaban yang puas.... baru setelah kuliah tadi baru "ngeh!".

Gambar diatas adalah antena yang digunakan Arno Penzias dan Robert Wilson.

O iya, sebelum kuliah berakhir ada pesan dari Dosen. kira-kira begini... yah semoga ini menjadi motifasi Anda ketika mengerjakan Tugas Akhir, jadi Anda sudah tau apa yang mau di kerjakan, dibawa kemana, mau melakukan apa, belajar apa, sehingga bisa menentukan target konsultasi ke dosen, dll. Ya walaupun sebenarnya masih blank atau gak tau apa - apa pun gak pa2 menemui dosen, konsultasi. Ya, memang akan menurunkan motivasi ketika apa yang harus kita kerjakan, ketika mendapat tugas misalnya, memiliki kesenjangan yang jauh dengan apa yang kita ketahui. Dalam Tugas Akhir itu, kita meramu dari kuliah-kuliah yang telah kita pelajari, Gelombang dari Pak anu, Termodinamika dari Pak anu, kemudian .... dari Bu ini, dan macem2, yang kesemuanya dicampur jadi gado2 untuk kita ramu jadi hasil yang lain.

Hmmm... I like eksperimen

Senin, 16 November 2009

The Origin of The Universe

Alam semesta mulai ada sejak big bang yaitu sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu. Sejak saat itu alam semesta mulai mengembang dan mendingin dari waktu ke waktu. Alam semesta berevolusi dari partikel elementer yang tidak berbentuk menjadi elemen yang sangat kaya sekarang ini seperti neutron dan proton, inti atom , atom, bintang, galaksi, gugus galaksi dan super cluster. Galaksi –galaksi sendiri juga terikat grafitasi oleh dark matter dan pengembangan alam semesta juga seakan akan dikontrol oleh dark energy sehingga pengembangan alam semesta tidak dipercepat semakin cepat.
Di Mount Wilson,1924, Edwin Hubble mengamati galaksi-galaksi yang bergerak saling menjauh satu sama lain. Pergerakan ini membentuk pola tertentu yang secara matematis telah kita kenal sekarang sebagai hukum Hubble, yang menyatakan semakin jauh, galaksi bergerak semakin cepat. jika sekenario ini kita putar balik, maka akan kita dapatkan titik waktu dimana big bang terjadi yaitu 13,7 milyar tahun yang lalu.
semua yang ada di alam semesta juga ikut mengembang. Ruang dan maktu mengembang seperti balon yang ditiup, galaksi bergerak saling menjauhi dan panjang gelombang cahaya juga memanjang sehingga berubah ke frekuensi rendah (redshift). Pergeseran ini semakin besar seiring berjalannya waktu. Semakin besar redshift, semakin jauh obyek yang kita amati. Jika ingin mengamati obyek yang semakin jauh dan tua, maka kita harus mengamati gelombang infra merah dan radio. Dengan teleskop yang akan dibangun seperti James Webb Space Telescope, teleskop infra merah 6,5-meter, dan Atacama Large Millimeter Array (ALMA), jaringan antenna parabola radio di sebelah utara Chili, akan membantu kita melihat masa – masa kelahiran bintang dan galaksi.
Berdasarkan simulasi computer, bintang dan galaksi muncul setelah 100 juta tahun. Sebelum itu, alam semesta mengalami masa yang disebut “dark ages”, dimana semuanya hampir hitam pekat. Alam hanya diisi oleh “lumpur” yang tidak menarik, dark matter, helium, hydrogen, yang semakin mnipis seiring berkembangnya alam semesta. Grafitasi membuat ditribusi materi tidak merata sehingga sebagian menggerombol dan collapse membentuk bintang. Bintang jaman dahulu sangat massive sampai ribuan massa matahari. Karna sangat besar sehingga umurnya pendek dan meledak meninggalkan elemen – elemen yang lebih berat. Terbentuk bintang lagi dan gaya grfitasi menarik jutaan awan-awan ini menjadi galaksi.
Sisa – sisa dari dark ages yang bias kita amati yaitu cahaya lemah big bang yang telah bergeser dengan redsihf 1.100. radiasi ini mengalami redshift dari cahaya tampak ke infra merah dan gelombang mikro. Radiasi ini memenuhi seluruh alam semesta yang disebut osmic Microwave Background (CMB) yang telah ditemukan pada tahun 1964 oleh Arno Penzias dan Robert Wilson. Radiasi ini menunjukkan pandangan sekilas alam semesta pada umur 380.000 tahun, periode dimana atom mulai terbentuk. Sebelum itu, alam semesta mendekati seragam berupa soup inti atom, proton, dan electron. Sebagai akibat pendinginan sampai 3.000 kelcin, inti dan electron membentuk atom.